Cara Mudah Menyablon Secara Manual

Cara sablon manual saat ini telah melalui pergeseran konsep, dan cara dalam menjadikan sablon lebih berkualitas tinggi dan juga pengerjaan yang semakin maksimal. Salah satunya dikarenakan semakin bermunculannya alat mesin sablon, yang kini semakin banyak dipergunakan oleh pelaku bisnis penyablonan.

Memang sangat tidak kaget, ketika seorang pelaku bisnis sablon mengganti caranya untuk semakin memperbaiki kualitas dan kecepatan dari pengerjaan sablon ini. Konveksi seragam Semarang yang saat ini semakin melambung namanya di dunia penyablonan, turut ikut serta dalam memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya dengan menghadirkan alat mesin yang mampu, mendorong proses produksi semakin lebih baik lagi.

Hal ini bisa terjadi dikarenakan memang semakin maksimalnya sebuah pengerjaan. Maka akan semakin berdatangan pula pemesanan kepada penyablon. Hal inilah mengapa memaksimalkan sablon secara manual, akan lebih berisiko dari segi pengerjaan sehingga mengubahnya ke dalam pengerjaan alat mesin sablon.

Trik Cara Sablon Manual yang Rapi

1. Mendesain

Cara sablon manual yang paling pertama dilakukan ialah mendesain objek sablon yang akan dibentuk. Hal ini dilakukan diawal proses dikarenakan, penyablonan manual ini tidak akan bisa diulang ketika proses penyablonan ini telah berlangsung. Oleh karena itu, tahap pendesainan ini sangatlah penting untuk menuju ke proses selanjutnya.

Pada proses pendesainan ini pula menjadi langkah konfirmasi kepada konsumen, guna memastikan dan menyetujuai desain yang nantinya akan dilakukan proses pencetakan. Ketika proses ini telah berjalan lancar, maka untuk manapaki proses selanjutnya tidak akan ketimpungan ketika dikemudian hari konsumen mengeluhkan akan hasil yang diberikan.

Hal demikian sering terjadi, ketika proses pendesainan tanpa melibatkan konsumen. Ketika telah melibatkan konsumen sebelum proses penyablonan, maka apabila ada hal yang kurang memuaskan bisa dimaklumi.

2. Menentukan tinta

Penentuan tinta dianggap sangat penting untuk menyablon secara manual atau tanpa menggunakan alat mesin. Ketika menggunakan alat mesin sablon, maka tinta yang dipergunakan tidaklah perlu resep khas untuk mempersiapkannya. Namun khusus untuk sablon secara manual, perlulah untuk memberikan komposisi khusus dan ramuan guna menghasilkan tinta yang sesuai untuk kaos dan bahan kain yang ada.

 Karena sering nya permasalahan pada pencetakan ini ialah tidak mampunya tinta untuk bisa menyerap ke kain. Sehingga hasilnya pun akan kabur dan tidak jelas. Ini contoh dari permasalahan ketika antara tinta dan media sablon tidak sesuai. Maka dari itu begitu pentingnya menentukan dan mempersiapkan tinta ini terlebih dahulu.

3. Pengeringan secara baik

Proses terakhir yaitu proses pengeringan. Bisa dilakukan dengan alat hotgun riegen. Sebuah alat pengering yang akan meratakan tinta yang telah menempel pada media kain atau kaos. Proses ini menjadi sentral dikarenakan, setiap proses penyablonan telah selasai berlangsung. Maka selanjutnya yaitu, melakukan perapian hasil dari sablon tersebut dengan cara pengeringan.

Tags: