I’tikaf Untuk Wanita

Itikaf di Masjid biasanya dilakukan oleh para kaum lelaki, dan hukumnya itikaf bagi wanita masih belum pasti. Karena ada banyak dalil dalam islam tentang itikaf yang dilakukan oleh wanita. Salah satunya dalil yang juga banyak digunakan dalam islam yaitu menurut Imam Syafii. Yang menyebutkan bahwa itikaf bagi wanita ini hukumnya adalah makruh.

Alasan dari dalil tersebut adalah jika seorang wanita beritikaf di Masjid, maka akan banyak pria yang melihat wanita tersebut. namun ada dalil lainnya yang menyebutkan bahwa seorang wanita boleh beritikaf di masjid tetapi harus dengan suaminya. Wanita tersebut tidak boleh beritikaf di masjid kecuali ada izin dari suaminya.

Selain itu jika seorang wanita sudah mendapat izin dari suaminya untuk beritikaf di masjid, maka ia harus menggunakan pakaian yang tertutup dan menutupi diri dari pandangan laki-laki. Syarat lainnya jika wanita beritikaf di masjid, ia tidak boleh mengganggu jalannya shalat di masjid. Begitulah menurut beberapa dalil tentang itikaf untuk wanita.

Hukum Itikaf Dalam islam Bagi Wanita

Itikaf adalah suatu kegiatan yang dilakukan di masjid untuk beribadah, bermuhasabah serta melakukan hal lainnya yang berhubungan dengan ibadah dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Itikaf boleh dilakukan kapan saja, tetapi akan sangat dianjurkan dan akan lebih baik jika dilakukan di bulan ramadhan.

Lebih utamanya lagi dilakukan pada 10 hari terakhir di bulan ramadhan, untuk menyambut malam lailatul qadar. Mayoritas orang yang melakukan itikaf adalah seorang laki-laki, namun bagaimana hukumnya bagi wanita yang melakukan itikaf di masjid. Hal itu diperbolehkan, namun dengan beberapa syarat sebagai berikut :

  1. Harus mendapat izin dari suami

Karena seorang wanita yang sudah menikah merupakan tanggung jawab suami, maka wanita yang ingin beritikaf di masjid tentu harus mendapat izin dari suaminya.

  1. Berada dalam keadaan tidak suci misalnya haid atau nifas

Mayoritas ulama melarang seorang wanita masuk ke dalam masjid jika sedang dalam keadaan haid atau nifas. Sehingga itikaf tidak boleh dilakukan jika wanita itu sedang tidak suci.

  1. Harus mampu menjaga kehormatan diri

Wanita yang beritikaf di masjid harus menjaga kehormatan dirinya, jangan sampai niat beribadah malah berubah menjadi fitnah. Wanita tersebut juga harus berpakaian sesuai syariat agama, tidak mengenakan perhiasan berlebihan dan menurunkan pandangan.

Intinya adalah seorang wanita boleh beritikaf di masjid asalkan mendapat izin dari suaminya, dan mampu menjaga kehormatannya sebagai seorang perempuan. Itikaf tersebut juga harus diniatkan karena Allah, bukan karena ingin bergosip di masjid. Walaupun utamanya wanita tetap harus berada di rumah, untuk suami dan anak-anaknya.

Berbagai berita dan informasi mengenai islam dapat anda temukan di www.dataislami.com yang memuat situs berita islami. Selain itu anda juga bisa mendownload muratal al quran di situs tersebut.

Tags: